DESA NUNUKA RAYA

Jln, Trans Sulawesi Lintas Selatan Kode Pos 95774


1. Sejarah Singkat Desa Nunuka Raya

Desa Nunuka Raya Merupakan Sebuah Desa Kecil Di Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan yang juga merupakan desa baru di Kecamatan Posigadan. Desa ini pada mulanya hanyalah sebuah dusun yang bernama dusun II, III dan IV yang merupakan bagian dari Desa Tolutu. Akhirnya, pada awal tahun 2009 beberapa tokoh-tokoh masyarakat, tokoh Agama dan Tokoh Pemuda dari dusun ini melakukan pertemuan yang menghasilkan sebuah mufakat bahwasanya dusun ini akan dimekarkan menjadi sebuah desa.
Pada tanggal 10 Desember 2009 berkat perjuangan para tokoh-tokoh masyarakat tadi akhirnya dusun II, III, dan IV yang pada mulanya tergabung dengan desa Tolutu berhasil memisahkan diri menjadi sebuah desa baru yang bernama desa Nunuka Raya yang diresmikan langsung oleh Bupati Bolaang Mongondow Selatan.
Pada Tahun 2009 desa Nunuka Raya belum definitive karena belum ada calon yang memenuhi syarat. Pejabat Sangadi Sementara yang dulunya yaitu Bapak Hamid Lihawa kemudian digantikan oleh Muhran Moolelepo, S.Pd. Selanjutnya desa ini dibagi menjadi tiga dusun yaitu  dusun I, II dan III
Adapun tokoh-tokoh masyarakat yang berjuang untuk pemekaran desa Nunuka Raya yaitu :
1.         Bapak Hamid Lihawa, beliau yang pertama menjabat sebagai Sangadi Nunuka Raya.
2.         Bapak Pilson Nasiki, beliau sekarang menjadi Sekretaris Desa Nunuka Raya.
3.         Bapak Anwar Gobel, selaku Ketua Panitia Pemekaran Desa Nunuka Raya.
4.         Bapak Arton Lumali, beliau sekarang menjadi Kepala Dusun I.
5.         Ibu Sartina Kulati, beliau sekarang menjadi Kepala Dusun II.
6.         Bapak Dikrun Kono, beliau sekarang menjadi Kepala Dusun III.
7.         Bapak Zainudin A. Badu, beliau sekarang menjadi Ketua KNPI Desa Nunuka Raya.
8.         Bapak Yunus A. Saripi, beliau sekarang menjadi Ketua BPD desa Nunuka Raya.
9.         Bapak Tamin Yunus, beliau sekarang menjadi tokoh agama didesa Nunuka Raya.
10.     Bapak Arkat Saripi, beliau sekarang menjadi PROBIS Pemerintahan didesa Nunuka Raya.
11.     Bapak Anton Kulati, beliau sekarang menjadi PROBIS Umum desa Nunuka Raya.
12.     Bapak Kasmat Bidjuni, beliau sekarang menjadi PROBIS Ekonomi Pembangunan desa Nunuka Raya.
13.     Bapak Tahir Bidjuni, beliau sekarang menjadi Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat.

Akhirnya pada bulan Desember 2009 Nunuka Raya menjadi desa pemekaran, sesuai dengan keputusan bupati Bolaang Mongondow Selatan nomor 116 Tahun 2009 maka dilantiklah pejabat kepal desa serta pada tanggal 11 Desember 2009, dengan status desa pemekaran Nunuka Raya Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaang Monggondow Selatan

NAMA-NAMA PEMERINTAH DESA DAN PERIODE
 

SANGADI       I      Hamid Lihawa                          Tgl 11-12-2009 s/d Tgl 16-04-2011
SANGADI       II     Muhran Moolelepo S.Pd           Tgl 05-05-2011 s/d Tgl21-11- 2011
SANGADI       III    Zainudin A Badu                       Tgl 11-11-2011 s/d sekarang

 
Alahamdulillah Desa Nunuka Raya telah menjadi desa yang definitive den sekarang di Jabat oleh Bapak Zainudin Badu
2. Kondisi Geografis
Luas wilayah desa Nunuka Raya ialah 2030m2 dengan jumlah penduduk yang tersebar di Desa Nunuka Raya ialah 806 jiwa, keadaan demografis desa 60% desa ini adalah pegunungan , dan suku asli adalah Gorontalo dan beragama Islam.
Batas wilayah:
*      Sebelah utara berbatasan dengan Gunung Nunuka
*      Sebelah Barat berbatasan dengan Teluk Tomini
*      Sebelah Timur berbatasan dengan Botuliodu
*      Sebelah Selatan berbatasan dengan Tolutu
3.   Kondisi Pendidikan dan Ekonomi
Masyarakat desa Nunuka Raya pada umumnya  didominasi oleh penduduk menempuh jenjang pendidikan hanya sampai tingkat SD bahkan adapula yang tidak pernah sama sekali merasakan bangku sekolah. Namun seiring dengan masyarakat yang semakin meningkat terhadap pentingya pendidikan, sehingga para remaja muda desa Nunuka kesadaran Raya sudah banyak yang bisa menuntaskan jenjang pendidikan mereka hingga pada bangku perkuliahan.
Mata pencaharian sebagian besar penduduk desa Nunuka Raya yaitu Petani dan ada juga Nelayan. Hal ini dikarenakan kondisi geografis desa yang merupakan desa pesisir dan berdekatan dengan Gunung dan Pegunungan. Jika dipresentasikan maka persentasi mata pencaharian masyarakat desa Nunuka Raya yaitu : 60 % bermata pencaharian sebagai Petani, 20 % bermata pencaharian sebagai petani dan sisanya bermata pencaharian lain misalnya sebagai guru ataupun berdagang.
Akan tetapi, pendapatan perkapita desa Nunuka Raya jika dihitung secara keseluruhan masih jauh dari dari standar nasional yaitu hanya berkisar antara Rp.100.000 – Rp. 500.000 perkapita. Hal ini dimungkinkan karena Petani di desa ini masih menggunakan cara-cara tradisional dan modern dalam hal mengelolah hasil tanaman serta para Petani ini sangat bergantung pada musim sehingga mempengaruhi hasil yang mereka dapatkan yang pada akhirnya hal ini berpengaruh pada penadapatan perkapita desa ini dimana jumlah penduduk yang bermata pencaharian sebagai Petani sangat besar.
4.   Keadaan Sosial, Agama, Politik, Ekonomi dan Budaya Desa
Penduduk Desa Nunuka Raya yang tersebar di tiga dusun yaitu I, II dan III, selalu hidup berdampingan secara damai. Setiap masalah-masalah yang timbul selalu diatasi dengan musyawarah dalam mencari solusi yang terbaik. Selain itu, jika dilakukan survei pada tingkat kecamatan maka hanya di desa Nunuka Rayalah yang kondisi rema mudanya masih belum terpengaruh betul dengan alkohol atau minuman keras.
Penduduk Desa Nunuka Raya 100% beragama Islam. Namun, di desa ini belum ada masjid yang permanen. Sehingganya pada akhir tahun 2009 para tokoh-tokoh masyarakat bersama dengan Kepala desa sepakat untuk membangun sebuah masjid. Disinilah terlihat betapa kegotong-royongan para masyarakat desa Nunuka Raya begitu kental. Karena setiap minggunya mereka menyiapkan tiga hari untuk sama-sama dalam membangun masjid tersebut. Sampai pada hari ini masjid tersebut belum rampung karena masih banyak bahan bangunan yang dibutuhkan dan hal inilah yang sampai saat ini masih menjadi beban pikiran bapak Kepala Desa bersama masyarakat desa Nunuka Raya. Di desa ini juga sering diadakan pengajian sore dan majelis ta’lim yang dibina langsung oleh istri bapak Imam Koordinator desa yang juga merupakan ketua BKWUA desa Nunuka Raya.
Selain itu, jika kita meninjau dari kacamata politik, meskipun sebagian besar latar belakang pendidikan masyarakat desa Nunuka Raya masih dibawah, namun pada pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah pada bulan September lalu, sangat sedikit ditemukan adanya kerusakan surat suara. Hal ini menandakan partisipasi warga masyarakat terhadap proses politik dinegara ini sudah berjalan dengan baik.
Ditinjau dari aspek Budaya desa Nunuka Raya masih berpegang teguh pada adat istiadat yang berasal dari leluhur mereka. Hal ini dibuktikan dengan undangan hajatan yang masih lengkap dengan adat istiadatnya, belum lagi hajatan-hajatan yang dilaksanakan oleh masyarakat untuk mengenang arwah-arwah leluhur mereka, adat pernikahan yang masih kental, budaya musik tradisional seperti Buruda serta perayaan-perayaan hari-hari besar Islam yang masih memegang teguh pada adat istiadatnya seperti pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang disebut dengan istilah Dikili.

Komentar

Posting Komentar